Bima Satria Garuda
Posted in: Artikel | Comments (0)
admin @ May 12, 2013
Ekspor Makanan ke AS, Mainkan Sentimen "Obama"
Posted in: Berita Partai Demokrat | Comments (0)
JAKARTA, KOMPAS.com – Ekspor makanan dan minuman ke Amerika Serikat sebaiknya menggunakan sentimen Barack Obama yang kini menjadi Presiden Amerika untuk periode ke-2 karena Obama pada masa kecilnya pernah tinggal dan sekolah di Indonesia.
“Disarankan agar Indonesia dapat menjajaki penggunaan sentimen Obama sebagai Presiden yang sebagian masa kecilnya dilalui di Indonesia,” kata Pradnyawati, Direktur Pengembangan Promosi dan Citra, Ditjen PEN Kemendag di Jakarta, Jumat (10/5/2013).
Ia mengatakan, hal itu setelah melakukan misi dagang dan promosi produk makanan dan minuman (Mamin) ke Toronto, Kanada dan Los Angeles, Amerika Serikat, 30 April – 8 mei 2013, bersama Ketua Umum GAPMMI (Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia) Adhi Lukman dan beberapa anggotanya.
Menurut Pradnyawati, negara-negara yang telah lebih dahulu berhasil dalam pemasaran produk dengan memanfaatkan sentimen emosional antara lain Vietnam, Armenia, Korea, dan Jepang.
“Promosi dan misi dagang ini terkait dengan upaya mengembalikan lagi neraca perdagangan Indonesia yang negatif pada 2012, padahal sejak 1961, neraca perdagangan selalu positif (surplus),” katanya.
Agenda Misi Penjualan tersebut terdiri atas forum bisnis, one-on-one business meeting, peninjauan pasar produk makanan dan minuman di pasar modern wilayah Los Angeles, serta studi banding ke kantor dan gudang importir dan distributor.
Forum bisnis dilaksanakan pada 6 Mei 2013 di Auditorium Gedung KJRI di Los Angeles dan dihadiri oleh para pemangku kepentingan sektor makanan dan minuman Indonesia dan AS.
Selain peserta dari Indonesia terdapat 5 (lima) perusahaan yang telah memiliki representative office di wilayah Amerika yaitu Indofood (noodles), Coffindo (kopi), Tripper (spices, seasoning), Simpang Asia (Indonesian Restaurant) dan G-Land Joyo’s Surf Camp (calon distributor).
Kegiatan tersebut menghadirkan pula importir besar dan distributor produk makanan dan minuman di AS yaitu Wira Corp, Empire International dan Takari International Inc.
Menurut Pradnyawati, Konsul Jenderal RI di Los Angeles Hadi Martono mengemukakan pantai Barat AS adalah wilayah yang banyak dihuni masyarakat pendatang (imigran) dengan selera produk makanan dan minuman beragam dan dapat menjadi peluang yang baik bagi produk Indonesia untuk memasuki wilayah tersebut.
Hingga saat ini produk makanan dan minuman dari Asia Tenggara dan telah populer adalah Thailand, di antaranya jenis saus sambal yang sudah menjadi brand flavor produk chips di AS dan pemasok food service industry.
Diharapkan dengan kegiatan misi penjualan ini, produk makanan dan minuman Indonesia dapat memperluas aksesnya di pasar AS dan pada akhirnya mampu meningkatkan ekspor Indonesia.
admin @ May 10, 2013
2014, Trend Perhiasan Bergaya Art Deco
Posted in: Berita PKS | Comments (0)
BISNIS.COM, JAKARTA–Trend perhiasan pada 2014 bergaya art deco atau kotak-kotak. Sementara tahu ini masih mengacu pada gaya Victorian Style yang klasik ala jaman Romawi 1500-an.
“Saya menampilkan gaya art deco, dengan model desain serba kotak. Gaya ini bisa dipadupadankan dengan berbagai desain busana,” ujar Reni Feby, pemilik dan desainer Reny Feby Jewelry, dalam talkshow The Indonesian Heritage Stage Program di Darmawangsa Square Jakarta yang didukung oleh Bank BJB, Jumat (10/5/2013).
Reny menuturkan Victorian Style adalah gaya klasik 1500 jaman Romawi, desain perhiasannya lebih berbentuk simetris. “Gaya Victorian ini masih disukai masyarakat pecinta perhiasan baik di dalam negeri dan luar negeri,” kata Reny.
Menurut dia, desain perhiasan yang juga lagi in saat ini di Indonesia, adalah replika barang-barang antik dari berbagai daerah, seperti dari Padang, dan Aceh yang dibuat dalam bentuk kalung, dan gelang emas.
Dia menuturkan pengusaha perhiasan harus terus kreatif dan tidak perlu takut ditiru orang lain. “Produk perhiasan dan busana memang mudah ditiru orang lain. Tapi kalau kita punya sesuatu yang beda, dengan produk dan kualitas yang bagus, tak perlu takut,” ungkap Reny menyampaikan kiatnya. Dia mengaku produk perhiasannya sering ditiru.
Reny menuturkan kalau dia ingin mengangkat budaya dan desain perhiasan dalam negeri yang juga bagus, dan tak kalah dengan rancangan perhiasan dari luar negeri.
Untuk merawat perhiasan, ujarnya, terutama yang terbuat dari perak cukup dilap dengan kain khusus, agar tidak mudah berubah warnanya.
“Kami dalam membuat perhiasan dari perak, dengan teknologi nanocoating yang membuat perhiasan tak mudah berubah,” ungkapnya.
Untuk perhiasan dari emas, cukup dilap dan disimpan dalam plastik atau kotak khusus untuk merawatnya.(msb)
admin @ May 10, 2013
PENGEMBANGAN NUKLIR: 6.000 Izin Bidang Kesehatan Ditelaah …
Posted in: Berita PDIP | Comments (0)
BISNIS.COM, JAKARTA– Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) menyatakan sedikitnya 6.000 izin bidang kesehatan yang memanfaaatkan tenaga nuklir berada dalam pengawasan lembaga tersebut.
Hal itu disampaikan Kepala Bapeten As Natio Lasman dalam keterangan pers di Jakarta. Menurut Natio, dalam pengawasan ketenaganukliran harus dipenuhi tiga aspek yakni safety, security dan safeguards.
Dia memaparkan pihaknya mencatat sedikitnya 6.000 izin di bidang kesehatan terkait dengan penggunaan nuklir yang ada di Bapeten. “Saat ini tercatat perizinan di bidang kesehatan mencapai lebih dari 6.000 izin, industri lebih dari 5.000 izin. Selebihnya kebanyakan ada di Batan [Badan Tenaga Nuklir nasional],” kata Natio dalam situs resmi Kementerian Riset dan Teknologi yang dikutip pada Jumat, (10/5/2013).
Dia mengungkapkan tren keamanan nuklir saat ini dinilai semakin membaik. Terkait dengan hal tersebut, Bapeten juga menjadi salah satu inisiator dalam National Legislation Implementation Kit (NLIK). Implementasi itu akan dijadikan sebagai model untuk digunakan secara luas.
Walaupun demikian, organisasi lingkungan Greenpeace menolak pengembangan nuklir di pelbagai negara, apalagi berkaca dengan kejadian radiasi nuklir Fukushima di Jepang, saat terjadi Tsunami pada Maret 2011. Jan Baranek, Kepala Kampanye Energi Nuklir Greenpeace Internasional, mengatakan bencana nuklir di Fukushima adalah peringatan pada masyarakat bahwa mereka yang tinggal di kawasan sekitar reaktor nuklir sesungguhnya berada dalam konsekuensi yang sama yakni terkontaminasi.
admin @ May 10, 2013



