Antisipasi Korupsi Politik – Parpol Perketat Rekrutmen Caleg
Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum mengatakan,semua partai pasti menginginkan figur caleg yang jauh lebih baik dan berkualitas dari sebelumnya, termasuk terhindar dari tindakan yang melawan hukum.Dengan memperketat rekrutmen caleg, kata dia,Demokrat berharap dapat memulihkan citra menghadapi Pemilu 2014. “Selain berintegritas,kinerja caleg pun menjadi perhatian serius kami, baik itu untuk parlemen pusat maupun daerah,” ujar Anas saat dihubungi SINDO kemarin.
Menurut Anas, saat ini Partai Demokrat sedang menjaring sebanyakbanyaknya bakal caleg.Dengan begitu, Demokrat tidak khawatir kekurangan sumber daya bila dalam perjalanannya banyak caleg yang tereliminasi sebelum didaftarkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU). Anas menjamin seleksi caleg Partai Demokrat akan mempertimbangkan faktorfaktor yang sangat objektif.
Dia juga yakin bahwa kader Demokrat yang benar-benar terbukti bersalah di depan hukum, jumlahnya jauh lebih sedikit dibandingkan kader parpol lain.“Tapi tetap saja kami menganggap ini masalah yang perlu dikoreksi dan diperbaiki oleh institusi partai. Rakyat harus tahu peta politik kepartaian di Indonesia. Siapa yang sebetulnya lebih banyak masalahnya, agar rakyat lebih banyak mendapatkan keadilan informasi,”tandasnya.
Wakil Ketua Umum DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, proses rekrutmen caleg di PPP telah berlangsung sejak tiga bulan lalu dan saat ini mendekati masa finalisasi. “Kita perlu caleg-caleg yang berintegritas dengan melihat rekam jejak dan perannya di tengah masyarakat.Tidak hanya IQ (intellectualintelligence),tapi juga dari sisi EQ (emotional intelligence) dan SQ (spiritual intelligence),”paparnya.
Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) Partai Nas- Dem Ferry Mursyidan Baldan mengungkapkan, dengan mengusung jargon Gerakan Perubahan, pihaknya akan me-rekrut caleg yang bersih dari tindak pidana korupsi.“Caleg NasDem harus mempunyai visi perubahan untuk membenahi negeri. Bukan sekadar memiliki kapabilitas dan akseptabilitas,” ujarnya. ● radi saputro
